Halaman Layanan yang Mendatangkan Kontak: Apa yang Perlu Ada

Ilustrasi halaman layanan yang mendatangkan kontak untuk bisnis

Kalau ada satu halaman di situs bisnis yang paling sering salah dikerjakan, jawabannya biasanya halaman layanan. Isinya panjang, penuh istilah internal, dan menjelaskan perusahaan dari sudut pandang perusahaan itu sendiri. Padahal orang yang datang dari pencarian punya pertanyaan yang lebih sempit: apakah layanan ini cocok untuk kasus saya, berapa lama prosesnya, dan apa yang harus disiapkan.

Kami sering menerima permintaan membuat halaman layanan baru karena halaman lama dianggap tidak menarik. Setelah dibaca, masalahnya jarang pada tampilan: halaman itu menjawab pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan calon pembeli. Perbaikan yang paling terasa biasanya datang dari menyusun ulang urutan informasinya.

Halaman layanan bekerja seperti halaman pendaratan

Halaman layanan punya satu pekerjaan: membuat orang yang baru mengenal Anda cukup yakin untuk menghubungi. Setiap bagiannya bisa dinilai dengan satu pertanyaan, apakah bagian ini membantu keputusan itu.

Karena itu, satu halaman untuk satu layanan biasanya lebih baik daripada satu halaman yang merangkum sepuluh layanan. Orang yang mencari layanan tertentu ingin membaca satu hal, bukan mencari satu baris yang relevan di antara daftar panjang. Halaman gabungan juga sulit diberi judul yang tepat, dan judul yang kabur membuatnya jarang muncul untuk pencarian spesifik.

Kalau bisnis Anda baru punya satu halaman untuk semua layanan, halaman itu masih bisa diselamatkan. Pisahkan setelah isi masing-masing layanan cukup untuk berdiri sendiri. Untuk memutuskan mana yang perlu dipisah lebih dulu, bandingkan pilihan bentuk halamannya di landing page vs website.

Mulai dari pertanyaan pembeli, bukan dari daftar fitur

Bahan terbaik untuk halaman layanan sebenarnya sudah ada di kotak masuk Anda. Pertanyaan yang berulang di WhatsApp, telepon, dan surel adalah kerangka halaman yang paling jujur.

Cara mengumpulkannya sederhana. Buka riwayat percakapan tiga bulan terakhir, catat setiap pertanyaan yang muncul lebih dari sekali, lalu kelompokkan. Pertanyaan soal biaya, waktu pengerjaan, syarat yang harus disiapkan, dan tanggung jawab setelah pekerjaan selesai biasanya mendominasi.

Kalau percakapan belum banyak, buka laporan kinerja di Search Console dan lihat kueri yang membawa orang ke situs Anda. Kata yang mereka pakai sering lebih spesifik daripada dugaan kita sendiri.

Satu hal yang perlu dihindari: menulis halaman berdasarkan daftar fitur yang ingin ditonjolkan. Fitur menjelaskan apa yang Anda punya. Pembeli mencari tahu apa yang berubah pada masalahnya setelah memakai layanan Anda.

Urutan bagian yang kami pakai

Urutan ini tidak baku, tetapi susunannya mengikuti cara orang membaca saat sedang menimbang pilihan.

  1. Judul yang menyebut layanan dan wilayah, tanpa istilah internal.
  2. Dua sampai tiga kalimat pembuka: layanan itu untuk siapa dan masalah apa yang diselesaikan. Sebagian pengunjung memutuskan dalam hitungan detik.
  3. Rincian pekerjaan: apa yang dikerjakan, apa yang tidak termasuk, dan siapa yang mengerjakan.
  4. Proses bertahap dengan perkiraan waktu pada tiap tahap.
  5. Syarat yang perlu disiapkan calon klien, supaya mereka tahu apa yang harus dikumpulkan sebelum menghubungi.
  6. Bukti pekerjaan: contoh, tangkapan layar hasil, atau penjelasan satu kasus yang pernah ditangani.
  7. Pertanyaan yang sering diajukan, diambil dari daftar yang sudah Anda kumpulkan pada bagian sebelumnya.
  8. Ajakan menghubungi dengan satu langkah yang jelas.

Biaya sengaja tidak diletakkan paling atas. Angka tanpa penjelasan lingkup pekerjaan hanya menimbulkan pertanyaan baru. Yang lebih membantu adalah menjelaskan komponen yang memengaruhi biaya, lalu menyediakan jalur untuk menanyakan angka pastinya.

Tombol kontak: satu tujuan, sedikit pilihan

Banyak halaman layanan memasang empat kanal sekaligus: formulir, WhatsApp, telepon, dan surel. Pilihan yang terlalu banyak membuat pengunjung berhenti memilih, dan sebagian memilih menutup halaman.

Pilih satu jalur utama yang cocok dengan cara pembeli Anda bekerja. Untuk layanan jasa di Indonesia, WhatsApp biasanya menang karena percakapan bisa langsung berlanjut tanpa menunggu balasan surel. Kanal lain tetap ada sebagai pilihan kedua.

Beberapa hal kecil yang berpengaruh.

  • Teks tombol menyebut tindakannya. Ajakan bertanya tentang kebutuhan proyek lebih jelas daripada kata umum seperti selengkapnya.
  • Tombol muncul lebih dari sekali: setelah penjelasan proses dan setelah bagian pertanyaan umum.
  • Ukuran tombol cukup besar untuk ditekan jari di ponsel, dengan jarak dari elemen lain.
  • Nomor yang dipakai aktif dan dipegang orang yang bisa menjawab pertanyaan teknis, bukan hanya meneruskan pesan.

Kalau Anda tetap memakai formulir, pendekkan. Setiap tambahan kolom menurunkan jumlah yang selesai mengisi. Nama, kontak, dan satu kolom kebutuhan biasanya cukup untuk membuka percakapan.

Bukti yang meyakinkan tanpa angka karangan

Halaman layanan sering dipenuhi klaim tanpa dasar: pengalaman bertahun-tahun, tim profesional, biaya paling murah. Semua itu tidak bisa diperiksa, dan pembeli yang teliti menyadarinya.

Yang bisa diperiksa jauh lebih meyakinkan. Contoh pekerjaan dengan nama klien bila diizinkan, tangkapan layar sebelum dan sesudah, potongan laporan, atau penjelasan satu kasus sulit dan cara Anda menyelesaikannya. Satu kasus yang diceritakan tuntas lebih kuat daripada sepuluh logo klien. Ini alasan yang sama dengan mengapa halaman pendaratan yang menjelaskan alasan lebih mudah dipercaya daripada halaman yang hanya menampilkan janji.

Kalau hasil pekerjaan belum boleh dipublikasikan, jelaskan prosesnya. Pembeli bisa menilai kualitas dari cara Anda menerangkan urutan kerja.

Kesalahan yang paling sering kami temui

Daftar ini datang dari pemeriksaan halaman layanan klien, bukan dari daftar periksa umum di internet.

  • Semua layanan digabung dalam satu halaman, dengan dua paragraf pendek untuk masing-masing.
  • Isi menjelaskan fitur dan sertifikasi, bukan perubahan yang dirasakan pembeli.
  • Tidak ada penyebutan wilayah layanan, padahal banyak pencarian menyebut kota.
  • Formulir panjang dengan kolom anggaran sebelum percakapan pertama terjadi.
  • Halaman layanan tidak ditautkan dari satu artikel pun, sehingga hanya bisa ditemukan lewat menu.
  • Tidak ada satu contoh pekerjaan, sehingga pembeli diminta percaya pada klaim saja.

Poin kelima yang paling sering terlewat. Artikel yang membahas masalah tertentu adalah pintu masuk yang tepat menuju halaman layanan yang menyelesaikannya. Tanpa tautan itu, halaman layanan hanya bergantung pada menu dan iklan.

Cara menilai apakah halaman itu bekerja

Ada tiga hal yang layak dibaca setelah halaman tayang sekitar sebulan.

  1. Kueri yang membawa orang ke halaman itu. Kalau kuerinya tidak sesuai maksud halaman, judul dan pembuka yang perlu diperbaiki lebih dulu.
  2. Jumlah percakapan yang dimulai dari halaman itu. Catat klik tombol WhatsApp sebagai peristiwa di analitik, jangan mengandalkan ingatan atau rekap manual.
  3. Halaman tempat orang berhenti membaca. Kalau banyak yang keluar tepat sebelum bagian proses, bagian itu kemungkinan terlalu panjang atau terlalu teknis.

Halaman layanan jarang menghasilkan banyak kunjungan dibandingkan artikel. Yang perlu dijaga adalah perbandingan antara kunjungan dan percakapan, karena halaman yang ramai tetapi sepi kontak biasanya bermasalah pada urutan informasi.

Untuk pemeriksaan menyeluruh sebelum menulis ulang, kami biasa memakai checklist audit SEO gratis sebagai urutan kerja, supaya bagian yang sudah benar tidak ikut dirombak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa panjang halaman layanan yang wajar?

Sejauh yang dibutuhkan calon pembeli untuk memutuskan, biasanya delapan ratus sampai seribu lima ratus kata. Yang menentukan bukan jumlah katanya, melainkan apakah pertanyaan utama sudah terjawab sebelum pengunjung harus bertanya.

Apakah harga perlu dicantumkan di halaman layanan?

Sebaiknya jelaskan komponen yang memengaruhi biaya, lalu sediakan jalur untuk menanyakan angka pastinya. Untuk layanan yang lingkupnya bervariasi, angka tunggal justru menimbulkan salah paham. Kalau paket Anda memang tetap, cantumkan apa adanya.

Satu halaman untuk semua layanan atau satu halaman per layanan?

Satu halaman per layanan lebih mudah ditemukan dan lebih mudah diyakinkan. Halaman gabungan baru layak dipertahankan kalau layanannya masih sedikit dan isinya belum cukup untuk berdiri sendiri. Pisahkan bertahap, mulai dari layanan yang paling sering ditanyakan.

Perlukah halaman terpisah untuk setiap kota?

Hanya kalau ada perbedaan nyata pada layanan di kota itu, misalnya jadwal kunjungan, tim, atau ketentuan setempat. Menyalin halaman yang sama dengan nama kota berbeda menghasilkan halaman tipis yang saling bersaing.

Siapa yang sebaiknya menulis isi halaman layanan?

Orang yang paling sering menjawab pertanyaan calon klien, biasanya tim penjualan atau tim teknis. Penulis bisa merapikan bahasanya, tetapi bahan mentahnya sebaiknya dari percakapan nyata. Halaman yang disusun dari ruang rapat biasanya terdengar seperti brosur.

Halaman layanan yang baik tidak perlu tampil mewah. Yang perlu ada: satu layanan yang jelas, urutan informasi yang mengikuti pertanyaan pembeli, bukti yang bisa diperiksa, dan satu tombol yang mudah ditemukan. Kalau Anda ingin halaman layanan ditinjau bersama, cakupan pekerjaan dan cara kami menilai halaman lama ada di jasa SEO Surabaya.

Konsultasi Gratis

Catatan: urutan di atas kami pakai saat meninjau halaman layanan klien sendiri, bukan disusun dari contoh di buku panduan.