Kontrak Digital Agency: 7 Pasal yang Harus Ada Sebelum Tanda Tangan

Kontrak Digital Agency - ilustrasi kontrak digital agency

Kontrak digital agency biasanya ditandatangani di hari yang sibuk. Anggaran baru saja disetujui, tim agensi sudah mulai bekerja, dan dokumennya dibaca sekilas karena semuanya terdengar masuk akal. Pertanyaannya baru muncul beberapa bulan kemudian, saat Anda ingin tahu siapa pemilik akun iklan, atau saat permintaan yang menurut Anda wajar ternyata dihitung sebagai pekerjaan tambahan.

Tujuh pasal di bawah ini adalah bagian yang paling sering memicu perdebatan. Anda tidak perlu jadi ahli hukum untuk memeriksanya. Cukup pastikan setiap pasal menjawab satu pertanyaan sederhana, dan kalau jawabannya masih kabur, minta ditulis ulang sebelum tanda tangan.

Kenapa pasal kontrak baru terasa penting setelah masalah muncul

Banyak kontrak agensi disusun dari template yang sudah dipakai berkali-kali. Isinya tidak salah, hanya terlalu umum: pengelolaan SEO bulanan, pengelolaan media sosial, laporan berkala. Frasa seperti itu nyaman bagi pihak agensi karena memberi ruang bergerak, dan merugikan Anda karena sulit ditagih hasilnya. Kontrak digital agency yang isinya terlalu umum juga merepotkan saat Anda ingin menambah atau mengurangi satu bagian pekerjaan di tengah periode.

Perselisihan hampir selalu mulai dari pertanyaan yang terdengar sepele. Siapa yang berhak memakai materi yang sudah dibayar? Apakah menambah dua artikel masuk paket atau dihitung terpisah? Kalau kerja sama berhenti, riwayat data ikut atau tidak? Semua pertanyaan itu punya jawaban yang jelas, tetapi harus ditulis sejak awal, bukan dinegosiasikan saat hubungan sudah memanas.

Tiga pasal pertama: lingkup kerja, ukuran hasil, ritme laporan

Pasal lingkup kerja sebaiknya menyebut jumlah pekerjaan, bukan hanya jenisnya. Kalimat seperti empat artikel per bulan dengan panjang 1.000 sampai 1.300 kata dan satu kali revisi jauh lebih mudah ditagih daripada kata produksi konten. Kalau paketnya mencakup iklan, tulis berapa kampanye dan berapa anggaran media yang dikelola.

Ukuran hasil perlu memakai angka yang bisa dibuka oleh kedua pihak dari alat yang sama. Misalnya jumlah kontak masuk lewat WhatsApp dan formulir, jumlah halaman yang terindeks, atau biaya per calon pembeli. Yang menentukan bukan besar kecilnya target, melainkan kesepakatan soal alat ukurnya. Ukuran yang tertulis di kontrak digital agency sebaiknya juga menyebut cara membacanya, misalnya angka mana yang dihitung per bulan dan mana yang dilihat per tiga bulan. Tanpa itu, setiap laporan bisa diperdebatkan dari dua sudut yang berbeda.

Ritme laporan menentukan kapan Anda bisa menilai pekerjaan. Satu laporan ringkas setiap bulan dengan tanggal tetap lebih berguna daripada dashboard yang tidak pernah dibuka siapa pun. Tulis juga nama orang yang menyusun laporan tersebut, supaya ada pihak yang bisa ditanyai ketika angkanya tidak masuk akal.

Dua pasal soal kepemilikan: akun dan karya

Pasal kepemilikan akun sering dianggap remeh karena semuanya lancar selama kerja sama berjalan. Mintalah domain, Google Analytics, Search Console, akun iklan, dan profil bisnis didaftarkan atas nama bisnis Anda, sementara agensi diberi akses sebagai pengelola. Perbedaannya terasa saat Anda ingin mengganti penyedia atau memakai jasa pihak lain untuk satu kanal tertentu.

Untuk karya, sepakati hak pakainya. Naskah, desain, foto, dan video yang Anda bayar sebaiknya boleh dipakai ulang untuk kebutuhan lain, termasuk materi cetak dan presentasi penjualan, tanpa biaya tambahan. Kalau agensi memakai komponen berlisensi pihak ketiga, minta daftarnya supaya Anda tahu bagian mana yang tidak bisa dibawa saat pindah.

Pasal biaya: angka tetap, pekerjaan tambahan, kenaikan harga

Tulis nilai kerja sama bulanan, jadwal pembayaran, dan masa berlaku harganya. Kontrak yang mengunci harga selama dua belas bulan memberi kepastian anggaran, tetapi tetap perlu klausul kenaikan harga: berapa persen, kapan dihitung, dan berapa lama sebelumnya diberitahukan.

Pemicu perdebatan yang paling sering justru pekerjaan tambahan. Buat definisinya sempit. Sebutkan apa yang sudah termasuk di dalam paket, apa yang dihitung terpisah, dan berapa tarifnya. Anda juga sebaiknya berhak menghentikan pekerjaan yang belum disetujui tanpa biaya, asalkan aturan itu tertulis dan bukan hanya disepakati lewat percakapan telepon.

Pasal keluar: pemberitahuan, serah terima, dan akses data

Kontrak yang sehat menyebut cara berhenti tanpa drama. Lazimnya cukup pemberitahuan tertulis tiga puluh hari sebelum periode berikutnya dimulai, ditambah kewajiban mengembalikan akses dan berkas kerja.

Minta bagian serah terima yang rinci: daftar akun, arsip naskah mentah, berkas desain, kata sandi, dan data historis analitik. Sebutkan juga tenggatnya, misalnya sepuluh hari kerja setelah pemberitahuan diterima. Tanpa pasal ini, perpindahan penyedia bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan pekerjaan yang seharusnya berjalan justru berhenti di tengah jalan.

Tujuh pasal itu dalam satu halaman ringkas

Kalau kontrak digital agency Anda sedang disusun atau akan diperpanjang, bandingkan isinya dengan daftar berikut. Bagian yang belum terjawab di sini biasanya yang akan ditanyakan pertama kali saat kerja sama berjalan tidak sesuai harapan.

  • Lingkup kerja dengan jumlah, format, dan batas revisi.
  • Ukuran hasil beserta alat ukur yang disepakati.
  • Jadwal laporan dan nama penanggung jawabnya.
  • Kepemilikan domain, akun analitik, dan akun iklan.
  • Hak pakai karya serta daftar komponen pihak ketiga.
  • Biaya bulanan, tarif pekerjaan tambahan, dan aturan kenaikan harga.
  • Cara berhenti, tenggat pemberitahuan, dan serah terima aset.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kontrak setahun selalu lebih menguntungkan?

Belum tentu. Kontrak panjang masuk akal kalau lingkupnya sudah teruji dan hasilnya terukur. Untuk kerja sama pertama, periode tiga bulan dengan evaluasi sebelum diperpanjang lebih aman bagi kedua pihak, terutama untuk pekerjaan SEO yang hasilnya baru terlihat setelah beberapa bulan berjalan.

Bagaimana kalau agensi menolak menyerahkan akses akun?

Itu alasan yang cukup untuk menghentikan pembicaraan. Akun dan data adalah aset bisnis Anda, termasuk riwayat kampanye yang sudah dibayar. Agensi yang bekerja dengan benar tidak keberatan, karena posisinya adalah pengelola, bukan pemilik.

Apa yang terjadi pada peringkat kalau saya pindah agensi?

Peringkat bergantung pada isi situs, tautan, dan kecepatan teknis, bukan pada siapa yang mengelolanya. Risiko terbesar saat pindah adalah kehilangan riwayat data dan jeda pekerjaan yang terlalu lama. Karena itu, dua pasal soal kepemilikan dan serah terima di atas perlu ada sejak kontrak pertama.

Langkah berikutnya

Sebelum menandatangani kontrak digital agency, ambil satu jam untuk membaca ulang tujuh pasal di atas dan tandai bagian yang masih ambigu. Kirimkan pertanyaan itu ke calon agensi secara tertulis adalah cara paling cepat menilai cara mereka bekerja. Jawabannya sering lebih jujur daripada proposal yang tersusun rapi.

Kalau Anda sedang membandingkan beberapa penyedia, lihat dulu cara memilih digital marketing agency di Surabaya beserta hal yang biasanya jadi pembeda di antara mereka. Untuk gambaran kerja sama bulanan, termasuk apa saja yang masuk paket, ada penjelasan di halaman retainer digital marketing. Daftar penyedia di kota Anda kami rangkum di daftar digital agency terbaik di Surabaya.

Konsultasi Gratis

Catatan: kami memakai daftar pasal ini untuk kontrak kami sendiri. Kalau ada bagian yang masih terasa kabur di kerja sama Anda, sebutkan saja, itu lebih cepat ditangani daripada dibiarkan.