Akun properti biasanya ramai di jumlah tayangan dan sepi di percakapan. Penyebabnya bukan kontennya jelek, tapi karena yang diukur cuma jumlah suka. Untuk bisnis properti, tiga angka yang benar-benar berguna adalah jumlah percakapan yang masuk, jumlah orang yang menyimpan atau membagikan postingan, dan jumlah kunjungan ke halaman unit. Angka lain tetap berguna sebagai konteks, tapi tidak untuk dijadikan target utama.
Metrik yang layak dibaca tiap pekan
- Percakapan masuk. Berapa orang mengirim DM atau mengklik WhatsApp dari akun sosial Anda. Ini angka paling dekat dengan uang.
- Simpan dan bagikan. Orang menyimpan postingan properti karena berniat kembali lagi nanti, biasanya calon pembeli yang belum siap. Angka ini sering lebih tinggi daripada komentar, dan itu wajar.
- Kunjungan profil dan klik tautan. Menunjukkan berapa orang yang tertarik setelah melihat konten, bukan sekadar lewat.
- Jangkauan lokal. Kalau audiens Anda 80 persen dari luar kota yang Anda layani, kontennya perlu diarahkan ulang ke daerah target.
Angka like dan jumlah follower tetap dicatat, tapi jangan dijadikan dasar keputusan. Akun dengan dua ribu follower lokal jauh lebih berharga bagi agen di satu kota daripada akun dengan dua puluh ribu follower tersebar di seluruh negeri.
Format konten yang bekerja di segmen properti
Dari akun-akun properti yang kami amati, format yang berulang kali menghasilkan percakapan ada enam.
Tur video singkat satu unit. Satu menit, mulai dari depan, urut ruang demi ruang, tanpa musik yang menutupi suara penjelasan. Video seperti ini menghemat banyak kunjungan yang sebenarnya tidak cocok.
Progres pembangunan berkala. Untuk proyek baru, ini menjawab keraguan terbesar pembeli. Posting bulanan dengan sudut pengambilan yang sama membuat perubahannya terlihat jelas.
Harga terbuka. Postingan yang menyebut harga dan spesifikasi cenderung mendapat lebih sedikit interaksi publik, tapi lebih banyak pesan serius. Itu pertukaran yang menguntungkan.
Jawaban atas pertanyaan yang berulang. Biaya balik nama, syarat jual rumah yang masih kredit, cara menghitung cicilan, atau perbandingan harga dua area. Konten seperti ini mendapat simpan dan bagikan paling banyak.
Sebelum dan sesudah. Untuk kontraktor, interior, dan renovasi, format ini masih yang paling kuat karena buktinya terlihat langsung.
Testimoni dan momen serah terima. Dibuat sesederhana mungkin, tapi berpengaruh besar pada kepercayaan calon pembeli berikutnya.
Kanal mana untuk segmen mana
Instagram dan Threads paling berguna untuk agen dan developer yang menyasar pembeli akhir, karena cepat dalam hal jangkauan visual dan percakapan. TikTok dan Reels memberi jangkauan terbesar untuk tur unit dan progres proyek, cocok ketika stok Anda banyak tetapi jangkauan masih sempit. Facebook masih menjadi tempat berkumpulnya komunitas lokal, grup jual beli per kecamatan, dan pasar sekunder, jadi jangan dilewatkan untuk properti menengah ke bawah. LinkedIn lebih relevan untuk properti komersial seperti ruko, gudang, dan kantor, karena pengambil keputusannya bekerja di perusahaan.
Seberapa sering posting
Agen perorangan biasanya cukup tiga sampai lima unggahan per pekan selama isinya bergantian antara unit baru, konten edukasi, dan bukti kerja. Developer yang punya beberapa proyek bisa lebih sering, tapi sebaiknya tiap proyek punya jadwal sendiri agar tidak saling menutupi. Yang perlu dihindari adalah mengunggah sepuluh unit dalam satu hari lalu menghilang sebulan, karena audiens tidak lagi tahu apa yang harus ditunggu.
Jam tayang dan ritme percakapan
Untuk segmen properti, pagi sebelum jam kerja dan malam setelah jam makan malam biasanya paling ramai, karena orang mencari rumah di waktu senggang. Yang lebih menentukan bukan jam tayang, tapi kecepatan membalas. Calon pembeli properti menghubungi beberapa penjual dalam waktu yang berdekatan, dan yang membalas dengan informasi lengkap lebih dulu biasanya yang mendapat kunjungan.
Melacak lead sampai ke sumbernya
Konten yang tidak dilacak akan berakhir sebagai perdebatan selera. Tiga cara sederhana yang bisa dijalankan sekarang: pakai tautan berbeda untuk setiap kanal (penanda UTM), minta satu pertanyaan kualifikasi di WhatsApp (misalnya area yang diinginkan), lalu catat sumbernya di satu lembar kerja. Dalam dua sampai tiga pekan Anda akan tahu kanal mana yang menghasilkan percakapan berkualitas, dan keputusan anggaran jadi lebih mudah.
Retargeting: memanfaatkan orang yang sudah melihat
Orang yang pernah melihat unit tertentu biasanya baru siap beberapa pekan kemudian. Iklan ulang ke pengunjung halaman unit, atau ke daftar kontak yang pernah bertanya, jauh lebih murah daripada iklan ke orang yang belum pernah mengenal Anda. Ini salah satu bagian yang paling sering dilewatkan padahal datanya sudah tersedia.
Kesalahan yang sering terjadi
Pertama, mengejar jumlah follower dengan konten hiburan yang tidak berhubungan dengan properti, sehingga audiensnya salah sasaran. Kedua, mengunggah foto indah tanpa satu pun informasi harga, luas, atau lokasi. Ketiga, membalas komentar tetapi tidak pernah menindaklanjuti percakapan yang masuk ke DM. Keempat, menghapus atau membiarkan akun tidak aktif selama berbulan-bulan, padahal calon pembeli memakai keaktifan sebagai tanda penjualnya masih beroperasi.
Yang kami kerjakan
Kami menyusun rencana konten per segmen, membuat aset visual untuk unit dan proyek, memasang pelacakan supaya setiap percakapan bisa dilacak sumbernya, lalu membaca hasilnya tiap bulan. Dasarnya ada di panduan digital marketing bisnis properti, dan untuk sisi teknis pencarian ada di SEO untuk bisnis properti.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa jumlah follower yang ideal untuk akun properti?
Tidak ada angka idealnya. Yang lebih penting komposisi audiens: berapa persen berada di kota yang Anda layani. Akun dengan lima ribu follower lokal biasanya memberi lebih banyak prospek daripada akun dengan lima puluh ribu follower tersebar.
Apakah harga sebaiknya ditulis di caption?
Untuk sewa, kos, dan rumah menengah ke bawah, sebaiknya ditulis karena menyaring pertanyaan yang tidak serius. Untuk proyek mewah, banyak yang memilih menulis rentang harga, dan itu masih jauh lebih baik daripada tidak mencantumkan apa pun.
Perlu ikut tren atau lagu yang sedang viral?
Hanya kalau masih nyambung dengan properti. Tren membuat orang berhenti sejenak, tetapi yang membuat mereka menghubungi adalah informasi yang jelas. Akun properti yang hanya mengejar tren biasanya punya banyak tayangan dan sedikit percakapan.
Konten mana yang paling banyak mendatangkan DM?
Tur video unit dengan harga dan lokasi yang disebut di awal, serta konten edukasi soal cicilan dan biaya. Yang pertama menarik orang yang sudah mencari, yang kedua menarik orang yang sedang menyiapkan diri.
Bagaimana kalau stok unit sedikit?
Ganti sebagian konten unit menjadi konten edukasi dan bukti kerja, lalu pakai ulang unit yang belum terjual dari sudut berbeda: keunggulan lingkungan, akses jalan, atau perbandingan harga. Stok sedikit bukan alasan berhenti membuat konten.
Dibalas langsung oleh tim StudioSoft, tanpa biaya dan tanpa komitmen.





