Konten yang Tayang tapi Tidak Terindeks: Cara Memeriksa dan Membenahinya

Ilustrasi memeriksa konten yang tayang tapi belum terindeks di Google

Artikel sudah tayang, alamatnya bisa dibuka, tapi tidak pernah muncul di Google. Pemilik situs biasanya baru menyadari hal ini setelah beberapa bulan, saat melihat laporan trafik yang datar padahal arsip artikelnya terus bertambah.

Kejadian seperti ini sering disalahartikan sebagai hukuman dari mesin pencari. Kenyataannya sebagian besar kasus berasal dari hal yang bisa diperiksa sendiri, dan beberapa di antaranya selesai dalam hitungan menit. Bagian yang sulit bukan perbaikannya, melainkan menentukan pemeriksaan mana yang perlu dijalankan lebih dulu.

Tayang, terindeks, dan tampil adalah tiga keadaan berbeda

Satu halaman bisa berada di tiga keadaan. Pertama, sudah tayang: alamatnya membalas dan isinya terbaca pengunjung. Kedua, terindeks: halaman sudah disimpan di basis data mesin pencari. Ketiga, tampil: halaman muncul di hasil pencarian untuk kueri tertentu.

Ketiganya berurutan, dan masalah di tengah jarang kelihatan dari luar. Halaman yang tayang tapi tidak terindeks tidak akan pernah tampil, berapa pun banyaknya tautan yang diarahkan ke sana.

Karena itu pemeriksaan pertama bukan membandingkan diri dengan kompetitor atau menambah kata kunci. Yang perlu dipastikan lebih dulu sederhana: halaman itu sudah masuk indeks atau belum.

Memeriksa satu halaman lewat pemeriksaan URL

Alat tercepat untuk keperluan ini ada di Search Console, namanya pemeriksaan URL. Tempelkan alamat halaman, tunggu beberapa detik, lalu baca bagian paling atas: apakah URL sudah ada di Google, dan apakah halaman bisa diindeks.

Di situ juga terlihat kapan terakhir Google mengunjungi halaman serta versi mana yang diambil, versi ponsel atau desktop. Kalau statusnya menyebut URL sudah ada di Google, masalah Anda bukan indeks, dan pemeriksaan sebaiknya pindah ke bagian tampil. Kalau tertulis belum ada di Google, buka bagian pelaporan pengindeksan di bawahnya, karena penyebabnya disebutkan di sana dengan bahasa yang cukup jelas.

Satu hal yang sering keliru: tombol minta pengindeksan bukan cara permanen mempercepat masuknya halaman. Tombol itu hanya mengantrekan permintaan. Kalau penyebabnya masih ada, permintaan tersebut tidak mengubah apa pun dan Anda hanya mengulang pekerjaan yang sama.

Penyebab paling sering: halaman diblokir tanpa sengaja

Mulailah dari robots.txt. Berkas itu dibuka dengan menambahkan /robots.txt di belakang nama domain. Cari baris Disallow yang mengarah ke folder tempat artikel Anda disimpan. Satu baris yang ditambahkan saat situs masih di server pengembangan bisa bertahan bertahun-tahun tanpa ada yang ingat.

Kedua, tag noindex. Tag ini berada di dalam kepala halaman dan bisa dipasang dari pengaturan SEO di editor artikel. Pada sebagian tema dan plugin, pengaturan itu tersimpan per artikel, jadi satu halaman bisa berbeda dari halaman lain tanpa terlihat di daftar artikel.

Ketiga, halaman yang dilindungi kata sandi. Halaman seperti ini tidak akan diindeks, dan pemilik sering lupa bahwa perlindungan tersebut dipasang saat situs sedang diuji.

Halaman kembar dan isi yang terlalu tipis

Kalau tidak ada blokir, penyebab berikutnya biasanya isi. Dua artikel dengan topik hampir sama membuat mesin pencari memilih satu wakil, dan halaman yang tidak dipilih bisa berhenti muncul sama sekali. Ini bukan kerusakan teknis, tapi akibatnya terasa seperti halaman yang hilang.

Pemeriksaannya sederhana: buka dua artikel yang paling mirip, lalu bandingkan sub-judulnya. Kalau susunannya sama persis, isinya kemungkinan besar tumpang tindih. Cara mengatasinya bukan menghapus salah satunya, melainkan memilih satu halaman sebagai rujukan, memindahkan bagian yang belum ada ke sana, lalu mengalihkan alamat yang kalah. Pengalaman kami melakukan itu, termasuk temuan 290 artikel tanpa tautan masuk, kami tulis di catatan audit halaman tanpa tautan masuk.

Isi yang terlalu tipis juga sulit masuk indeks. Halaman yang hanya memuat beberapa baris dan satu gambar tidak memberi alasan cukup untuk ditampilkan. Menambah panjang bukan tujuannya, tapi menambah jawaban yang belum ada di halaman lain adalah tujuan yang jelas.

Sitemap dan tautan internal sebagai jalur masuk

Sitemap memberi tahu mesin pencari daftar alamat yang Anda anggap penting. Berkasnya biasanya berada di /sitemap.xml, dan di Search Console ada menu khusus untuk memeriksa apakah berkas itu terbaca serta berapa alamat yang ditemukan di dalamnya.

Yang sering terjadi: sitemap terbaca, tapi halaman baru belum masuk ke berkasnya karena peta situs dibuat ulang sekali sehari, atau karena plugin peta situs tidak memasukkan jenis konten tertentu. Periksa berkasnya langsung dan cari alamat artikel Anda di dalamnya.

Tautan internal bekerja dengan cara yang mirip. Halaman yang tidak ditautkan dari mana pun hanya bisa ditemukan lewat sitemap, dan itu jalur yang lemah. Satu tautan dari artikel yang relevan biasanya cukup membuat halaman baru ditemukan dalam beberapa hari.

Untuk situs dengan ratusan artikel lama, kerapian alamat juga ikut berpengaruh. Cara kami merapikan kategori dan slug tanpa kehilangan peringkat ada di panduan struktur URL dan kategori.

Tanda masalah yang butuh pemeriksaan lebih dalam

Sebagian kasus tidak berhenti di robots.txt dan sitemap. Halaman yang membalas kode selain 200, halaman yang isinya berubah tergantung pengunjung, dan halaman yang memuat banyak skrip pihak ketiga bisa membuat mesin pencari mengambil versi yang berbeda dari yang Anda lihat di layar.

Cara memeriksanya: buka alamat halaman dengan pengambil halaman sederhana tanpa peramban, lalu bandingkan hasilnya dengan tampilan di peramban Anda. Kalau isinya berbeda jauh, ada yang perlu dibenahi di sisi server atau pada skrip halaman tersebut.

Waktu respons juga berpengaruh. Halaman yang butuh belasan detik untuk membalas sering ditinggalkan sebelum isinya terbaca penuh. Daftar pemeriksaan teknis yang lebih lengkap, dari pengalihan alamat sampai kecepatan, ada di panduan audit SEO teknis.

Urutan membenahi yang tidak merusak halaman lain

  1. Pastikan alamat halaman membalas 200 tanpa rantai pengalihan.
  2. Periksa robots.txt dan tag noindex untuk setiap halaman yang bermasalah.
  3. Pastikan halaman tercantum di sitemap dan sitemap terbaca di Search Console.
  4. Tambahkan satu atau dua tautan internal dari artikel yang topiknya dekat.
  5. Kalau ada halaman kembar, gabungkan isinya lalu alihkan alamat yang kalah.
  6. Setelah semua itu beres, baru minta pengindeksan ulang lewat pemeriksaan URL.

Perhatikan bahwa permintaan pengindeksan berada di urutan terakhir. Itu bukan formalitas. Mengajukan ulang halaman yang masih diblokir hanya menghasilkan penolakan yang sama, dan Anda kehilangan jejak halaman mana yang benar-benar sudah diperbaiki.

Beri jeda beberapa hari sebelum menyimpulkan hasilnya. Perubahan pada indeks jarang terjadi dalam hitungan jam, dan memeriksa setiap pagi hanya menghabiskan waktu tanpa menambah informasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama halaman baru masuk indeks?

Bergantung pada seberapa sering situs Anda dirayapi dan seberapa kuat tautan menuju halaman itu. Situs yang rutin menerbitkan artikel dan punya banyak tautan internal biasanya lebih cepat. Kalau setelah beberapa minggu halaman masih berstatus belum terindeks, jalankan pemeriksaan di atas.

Apakah menghapus lalu menerbitkan ulang bisa mempercepat?

Tidak, dan cara itu berisiko. Alamat baru memulai dari nol, tautan yang sudah ada menjadi mati, dan riwayat halaman lama ikut hilang. Perbaiki halaman yang sama.

Kalau halaman sudah terindeks tapi tidak muncul di pencarian, apa yang salah?

Berarti masalahnya ada di sisi tampil, bukan indeks. Periksa kata kunci yang Anda bidik: apakah halaman itu menjawab pertanyaan yang benar-benar dipakai orang, dan apakah judulnya memuat kata yang mereka cari.

Apakah noindex bisa hilang sendiri?

Tidak. Nilainya tersimpan di halaman atau di pengaturan SEO artikel, jadi harus diubah di tempat penyimpanannya. Setelah diubah, halaman perlu dirayapi ulang sebelum perubahannya berlaku.

Bagaimana kalau seluruh situs tidak terindeks?

Periksa robots.txt di tingkat domain dan pengaturan visibilitas mesin pencari di WordPress. WordPress punya satu opsi yang memblokir seluruh situs, dan opsi itu kadang aktif tanpa disengaja setelah situs dipindahkan dari server pengembangan.

Yang bisa Anda kerjakan minggu ini

Mulai dari satu halaman yang paling Anda harapkan mendatangkan kontak. Jalankan pemeriksaan URL, catat statusnya, lalu periksa tiga hal: robots.txt, tag noindex, dan keberadaan halaman di sitemap. Tiga pemeriksaan itu menutup sebagian besar kasus, dan semuanya bisa dikerjakan tanpa alat berbayar.

Kalau setelah itu halaman masih belum masuk indeks, sumber masalahnya biasanya ada di struktur situs secara keseluruhan, bukan di satu artikel. Di titik itu, pemeriksaan menyeluruh lebih hemat waktu daripada memperbaiki halaman satu per satu. Tim kami bisa membantu memetakan bagian mana yang perlu dibenahi lebih dulu, termasuk halaman yang sudah tayang lama tapi belum pernah muncul di pencarian.

Konsultasi Gratis